contact
WA: 0822-8846-7823
SMS: 0822-8846-7823
Call: 0822-8846-7823
BBM: D7DB3491
ebsofmail@gmail.com

PHP Array

Posted in Topik PHP Life at 05 September 2016 With 0 Comments

Array adalah sebuah variabel yang memiliki banyak nilai di dalamnya.

Jadi misalkan anda memiliki 100 buah data nama maka daripada anda membuat 100 variabel sebaiknya anda membuat satu variabel array untuk menyimpan data tersebut
Misal anda memiliki data nama-nama teman anda sebagai berikut : Joni, Hasan dan Budi maka menyimpan data-data tersebut dengan variabel akan terlihat seperti ini :

<?php
$nama1="Joni";
$nama2="Hasan";
$nama3="Budi";
?>

Ok, anda membutuhkan 3 variabel ($nama1, $nama2 dan $nama3) untuk menyimpan data-data tersebut.

Lantas bagaimana bila anda memiliki 100 data nama?

Solusi terbaik adalah dengan menggunakan array.

Di PHP terdapat 3 macam array :

  1. Numeric array : Sebuah array dengan indeks berupa nomor.
  2. Associative array : Sebuah array dengan indeks berupa string, string ini digunakan sebagai ID dari array.
  3. Multidimensional array : Sebuah array yang memiliki satu atau lebih array di dalamnya.

Numeric array

Numeric array menyimpan nilai dengan nomor sebagai indeksnya. Nilai dalam array ini bisa berupa nomor, string atau obyek lainnya.

Ada dua cara dalam mendeklarasikan sebuah numeric array dalam PHP :

1. Pada contoh berikut indeks dari array secara otomatis dibuat (indeks dimulai dari 0).

$nama = array("Joni","Budi","Wati");

2. Cara kedua adalah dengan cara manual, nilai dari array kita masukkan satu persatu.

$nama[0] = "Joni";
$nama[1] = "Budi";
$nama[2] = "Wati";

Contoh :

<html>
<body>

<?php
$nama[0] = "Joni";
$nama[1] = "Budi";
$nama[2] = "Wati";
echo $nama[0] . " dan " $nama[2] . " adalah sahabat.";
?>

</body>
</html>

output :

Joni dan Wati adalah sahabat

Associative array

Associative array sama dengan numeric array dalam hal fungsi. Keduanya berbeda dalam hal peng-indeks-an.
Ketika kita menyimpan data yang memerlukan penamaan spesifik dalam array maka associative array sangat berguna.

Contoh 1:

$jumlah_anak = array("Budi" => 4, "Hasan" => 1, "Susi" => 3);

Contoh 2 :

Contoh berikut sama saja dengan contoh 1 bedanya hanya dalam hal cara pembuatan array-nya.

$jumlah_anak['Budi'] = 4;
$jumlah_anak['Hasan'] = 1;
$jumlah_anak['Susi'] = 3;

Contoh penggunaanya :

<?php

$jumlah_anak = array("Budi" => 4, "Hasan" => 1, "Susi" => 3);

echo "Budi memiliki anak berjumlah " . $jumlah_anak['Budi'];

?>

output :

Budi memiliki anak berjumlah 4

Multidimensional array

Pada Multidimensional array setiap array memiliki array lain di dalamnya, dan setiap sub-array bisa memiliki array lagi di dalamnya.

Contoh :

Pada contoh  berikut kita buat multidimensional array dengan pembuatan array secara otomatis.

<?php

$presiden=array("Indonesia" => array("Soekarno","Soeharto"),
                "Iran" => array("Khatami","Ahmadinejad"),
                "Amerika" => array("Bush","Obama","Carter"));

?>

Output kode di atas bila kita tulis :

Array
(
 [Indonesia] => Array
  (
   [0] => Soekarno
   [1] => Soeharto
  )
  [Iran] => Array
  (
   [0] => Khatami
   [1] => Ahmadinejad
  )
  [Amerika] => Array
  (
   [0] => Bush
   [1] => Obama
   [2] => Carter
  )
)

Contoh lanjutan :

<?php

$presiden=array("Indonesia" => array("Soekarno","Soeharto"),
                "Iran" => array("Khatami","Ahmadinejad"),
                "Amerika" => array("Bush","Obama","Carter"));

echo "Presiden Iran saat ini adalah " . $presiden['Iran'][1];

?>

output :
Presiden Iran saat ini adalah Ahmadinejad

PHP Switch
Previous Post
Operator PHP
Next Post

Diskusi